CIKEAS – Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, membuka Ujian Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Tahun 2026 di Kantor BPSDM Kementerian ATR/BPN, Cikeas, Kabupaten Bogor, Senin (3/8/2026).
Ujian PPAT tahun ini digelar di tiga lokasi, yakni Kantor BPSDM Kementerian ATR/BPN di Cikeas, Universitas Al-Azhar Indonesia di Jakarta, serta Politeknik Agraria STPN di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jumlah pendaftar tercatat sebanyak 7.886 orang.
Ossy mengatakan, ujian tersebut bertujuan memastikan calon PPAT memiliki kompetensi, pemahaman hukum pertanahan, serta profesionalisme dan integritas dalam menjalankan tugas. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting dalam penyelenggaraan layanan pertanahan.
Berdasarkan data Kementerian ATR/BPN, peserta terdiri atas 2.929 notaris dan 4.957 non-notaris. Seleksi ini diselenggarakan untuk memenuhi kebutuhan 1.743 formasi PPAT yang tersebar di 270 kabupaten/kota di Indonesia.
Materi ujian mencakup organisasi Kementerian ATR/BPN, hukum pertanahan, penetapan hak dan pendaftaran tanah, tata cara pembuatan akta, serta kode etik profesi. Materi tersebut disusun untuk mengukur pengetahuan dan kesiapan peserta dalam menjalankan tugas sebagai PPAT.
Selain pelaksanaan seleksi, Kementerian ATR/BPN juga melakukan penyempurnaan regulasi terkait jabatan PPAT serta sistem pembinaan dan pengawasan profesi. Upaya tersebut mencakup penguatan etika, penegasan hak dan kewajiban, serta pengembangan sistem penilaian kinerja PPAT bersama Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT).
Pelaksanaan Ujian PPAT 2026 dibagi berdasarkan lokasi. Di Kantor BPSDM Kementerian ATR/BPN, ujian berlangsung pada 3–5 Agustus 2026 dengan jumlah 2.482 peserta.
Selanjutnya, sebanyak 2.397 peserta mengikuti ujian di Universitas Al-Azhar Indonesia pada 11–13 Agustus 2026. Sementara itu, Politeknik Agraria STPN di Sleman menjadi lokasi ujian bagi 3.007 peserta pada 18–20 Agustus 2026.
Dalam pembukaan tersebut, Ossy didampingi Kepala BPSDM Agustyarsyah, Direktur Pengaturan Pendaftaran Tanah dan Ruang, PPAT dan Mitra Kerja Ana Anida, serta Ketua Umum IPPAT Hapendi Harahap. Kegiatan itu juga dihadiri jajaran IPPAT Pusat.