Menko AHY: Indonesia Tidak Hanya Membutuhkan Orang Pintar, Tetapi Orang Pintar yang Jujur

Menko AHY: Indonesia Tidak Hanya Membutuhkan Orang Pintar, Tetapi Orang Pintar yang Jujur

Jatinangor, 18 Juni 2026 – Bonus demografi sering disebut sebagai peluang emas yang akan menentukan masa depan Indonesia. Dalam beberapa dekade mendatang, generasi muda, khususnya generasi milenial dan Generasi Z, akan menjadi kelompok terbesar yang menggerakkan pemerintahan, ekonomi, dunia usaha, dan berbagai sektor strategis lainnya.

Namun bagi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), jumlah penduduk usia produktif yang besar tidak otomatis menjadi jaminan keberhasilan bangsa.

Yang menentukan bukan sekadar jumlah manusia produktif, melainkan kualitas manusia yang dimiliki Indonesia.

“Bangsa ini tidak hanya membutuhkan orang pintar. Bangsa ini membutuhkan orang pintar yang jujur,” ujar AHY saat menyampaikan Studium Generale di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Kamis (18/6).

Menurut AHY, bonus demografi hanya akan menjadi kekuatan apabila dibarengi dengan kompetensi, karakter, dan integritas yang kuat.

Tanpa itu, peluang besar yang dimiliki Indonesia justru berpotensi menjadi tantangan. Ia menjelaskan bahwa Indonesia saat ini memiliki berbagai modal pembangunan yang sangat besar, mulai dari posisi geografis yang strategis, kekayaan sumber daya alam yang melimpah, hingga jumlah penduduk usia produktif yang terus meningkat.

Namun seluruh modal tersebut membutuhkan sumber daya manusia yang mampu mengelolanya dengan baik.

“Potensi sebesar apa pun tidak akan berarti jika tidak ada manusia yang mampu mengelolanya secara bertanggung jawab.”

AHY menilai pembangunan sumber daya manusia harus menjadi prioritas utama bangsa. Pendidikan tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang cerdas secara akademik. Pendidikan juga harus mampu membentuk karakter, integritas, disiplin, dan rasa tanggung jawab terhadap kepentingan publik.

Karena itu, menurutnya, kompetensi dan integritas tidak boleh dipisahkan. Kecerdasan tanpa karakter dapat melahirkan penyalahgunaan kewenangan. Kemampuan tanpa integritas dapat menciptakan tata kelola yang buruk.

Sebaliknya, ketika kompetensi bertemu dengan integritas, maka lahirlah kepemimpinan yang mampu membawa kemajuan bagi masyarakat.

“Jangan sampai kita menghasilkan orang-orang yang pintar, tetapi kehilangan karakter. Itu berbahaya bagi masa depan bangsa.”

Dalam kesempatan tersebut, AHY juga mengapresiasi model pendidikan IPDN yang tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga pembentukan disiplin, karakter, kepemimpinan, dan semangat pengabdian.

Menurutnya, keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan karakter yang kuat merupakan bekal penting bagi para Praja yang kelak akan menjadi aparatur negara dan pemimpin daerah.

AHY mengingatkan bahwa Indonesia sedang memasuki periode yang sangat menentukan. Generasi muda yang ada hari ini akan menjadi pengambil keputusan pada masa depan.

Mereka akan menentukan bagaimana sumber daya alam dikelola, bagaimana pembangunan dijalankan, dan bagaimana kesejahteraan rakyat diwujudkan.

Karena itu, kualitas manusia akan menjadi faktor yang paling menentukan keberhasilan Indonesia.

“Pada akhirnya, masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh apa yang kita miliki. Masa depan Indonesia ditentukan oleh siapa yang mengelolanya.”

Menutup pemaparannya, AHY mengajak para Praja untuk terus membangun kapasitas diri sekaligus menjaga integritas.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga memiliki keberanian untuk menjaga kejujuran dan menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Ossy Dermawan Bahas Pembagian Kewenangan ATR/BPN dan BRAN

Ossy Dermawan Bahas Pembagian Kewenangan ATR/BPN dan BRAN

Indonesia-Tiongkok Jajaki Pusat Riset Padi Bersama di Merauke

Indonesia-Tiongkok Jajaki Pusat Riset Padi Bersama di Merauke

Kunjungi BAIC di Beijing, Menteri Transmigrasi Pelajari Pengembangan Industri Tiongkok

Kunjungi BAIC di Beijing, Menteri Transmigrasi Pelajari Pengembangan Industri Tiongkok

Bertemu Mahasiswa Indonesia di Beijing, Menteri Iftitah Dorong Penerapan Ilmu Pengetahuan untuk Pembangunan

Bertemu Mahasiswa Indonesia di Beijing, Menteri Iftitah Dorong Penerapan Ilmu Pengetahuan untuk Pembangunan

Akademisi Peking University Soroti SDM dan Kesejahteraan dalam Transformasi Transmigrasi

Akademisi Peking University Soroti SDM dan Kesejahteraan dalam Transformasi Transmigrasi

Menteri Transmigrasi Jajaki Kerja Sama Empat Perusahaan Tiongkok untuk Hilirisasi Komoditas

Menteri Transmigrasi Jajaki Kerja Sama Empat Perusahaan Tiongkok untuk Hilirisasi Komoditas