SEOUL, 24 APRIL 2026 – Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), bersama delegasi anggota MPR RI dan DPR RI serta perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Korea Selatan, bertemu dengan pimpinan King Sejong Institute Foundation (KSIF) di Seoul, Korea Selatan.
Delegasi Indonesia diterima Presiden KSIF Chun Wooyong, Sekretaris Jenderal Choi Hyunseung, dan Direktur Jenderal Jeong Jongkwon.
Pertemuan tersebut membahas kerja sama Indonesia dan Korea Selatan di bidang bahasa dan budaya, serta peluang pengembangan hubungan kedua negara melalui pendidikan dan pertukaran budaya.
Dalam pertemuan tersebut, Ibas mengapresiasi kegiatan KSIF dalam mengembangkan pembelajaran bahasa dan pengenalan budaya Korea Selatan di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Menurut Ibas, program pendidikan bahasa dan budaya dapat menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan pemahaman masyarakat kedua negara.
“Kehadiran kami merupakan wujud komitmen untuk terus mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Korea Selatan. Kerja sama internasional seperti ini memiliki dampak besar dalam menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi kedua negara,” ujar Ibas.
Ia juga menyampaikan gambaran mengenai keragaman Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau, bahasa daerah, dan kelompok masyarakat. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi salah satu alasan pentingnya pengembangan pendidikan bahasa dan pemahaman budaya dalam hubungan internasional.
Dalam diskusi, delegasi Indonesia turut membahas dukungan terhadap program pembelajaran bahasa Korea dan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Perbandingan dukungan pendanaan antara program bahasa Korea dan BIPA disebut sebagai salah satu hal yang dapat menjadi bahan evaluasi dalam pengembangan internasionalisasi Bahasa Indonesia.
Pertemuan juga membahas perlunya memperluas kerja sama Indonesia dan Korea Selatan di luar sektor ketenagakerjaan.
Sejumlah bidang yang menjadi perhatian meliputi ekonomi, pendidikan, teknologi, lingkungan hidup, dan keamanan. Pengembangan kerja sama di bidang tersebut dinilai dapat memperluas hubungan bilateral sekaligus membuka peluang pertukaran pengetahuan dan investasi.
Dalam bidang pendidikan bahasa, disebutkan bahwa lebih dari 20.000 pelajar di Indonesia telah mempelajari bahasa Korea. Di sisi lain, sejumlah mahasiswa Korea Selatan juga mempelajari bahasa Indonesia di berbagai perguruan tinggi.
Program pertukaran budaya dan pendidikan dinilai dapat menjadi salah satu bagian dari hubungan antarmasyarakat atau people-to-people contact antara Indonesia dan Korea Selatan.
Indonesia saat ini memiliki sembilan King Sejong Institute yang menjadi bagian dari jaringan lembaga pembelajaran bahasa dan budaya Korea Selatan.
Dalam pertemuan tersebut, Ibas menyampaikan harapan agar jangkauan program KSIF di Indonesia dapat diperluas. Ia menyampaikan hal tersebut dengan nada bercanda dengan mengaitkan jumlah pulau di Indonesia.
Jika KSIF belum dapat hadir di seluruh wilayah Indonesia, Ibas berharap setidaknya jumlah pusat pembelajaran dapat ditambah hingga menjangkau lebih banyak daerah.
Pernyataan tersebut mendapat respons positif dari peserta pertemuan dan menjadi bagian dari pembahasan mengenai kemungkinan perluasan kerja sama pendidikan bahasa dan budaya.
Ibas juga menekankan pentingnya mempersiapkan generasi muda Indonesia menghadapi bonus demografi. Menurutnya, pendidikan, kemampuan bahasa asing, dan pengalaman kerja sama internasional menjadi sejumlah aspek yang dapat diperkuat.
Presiden KSIF Chun Wooyong menyampaikan bahwa pertemuan dengan delegasi Indonesia membahas sejumlah langkah untuk mengembangkan pendidikan bahasa dan budaya Korea di Indonesia.
Menurut Chun, keberadaan sembilan King Sejong Institute di Indonesia menjadi salah satu dasar untuk memperluas program pembelajaran bahasa Korea dan kegiatan kebudayaan.
KSIF juga menyatakan akan melanjutkan pengembangan jaringan dan programnya di berbagai negara, termasuk memperkuat kegiatan pertukaran budaya dengan Indonesia.
Pertemuan tersebut diharapkan dapat membuka peluang pengembangan kerja sama di bidang pendidikan dan kebudayaan sekaligus mendukung hubungan bilateral Indonesia dan Korea Selatan.
Kunjungan tersebut turut diikuti sejumlah anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI dari berbagai komisi.
Delegasi tersebut terdiri atas H. Anton Sukartono Suratto, M.Si. dari Komisi I; Rinto Subekti, S.E., M.M. dari Komisi XIII; Dina Lorenza, S.IP. dari Komisi VII; Dra. Lucy Kurniasari dari Komisi IX; Bramantyo Suwondo, M.MIR. dari Komisi X; Rizki Aulia Rahman Natakusumah dari Komisi I; Wastam, S.E., S.H., M.H. dari Komisi V; H. Muhammad Lokot Nasution, S.T. dari Komisi V; serta Dr. Sartono, S.E., M.M. dari Komisi XII.
Dari pihak KSIF, pertemuan dihadiri jajaran pimpinan dan sejumlah pejabat yang menangani bidang manajemen dan perencanaan, kerja sama, operasional, pendidikan dan kebudayaan, pengembangan konten, layanan digital, serta asesmen bahasa Korea.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian agenda kunjungan delegasi Indonesia di Korea Selatan dan membahas penguatan kerja sama di bidang pendidikan bahasa, kebudayaan, serta hubungan antarmasyarakat kedua negara.