Trenggalek, 7 Mei 2026 – Rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional di Kabupaten Trenggalek diisi dengan penyelenggaraan EBY EDU FAIR 2026. Kegiatan tersebut mempertemukan pelajar, sekolah, orang tua, dan sejumlah perguruan tinggi untuk memberikan informasi mengenai pilihan pendidikan tinggi, beasiswa, hingga gambaran kebutuhan dunia kerja.
Puluhan perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia ikut ambil bagian dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Jabal Noor. Sejak pagi, ribuan siswa dari SMA, SMK, MA, dan sekolah sederajat di Trenggalek datang untuk memperoleh informasi mengenai jurusan, program studi, peluang beasiswa, serta pilihan kampus.
Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas turut hadir dalam kegiatan tersebut sebagai pemrakarsa EBY EDU FAIR. Ia berkeliling mengunjungi sejumlah stan perguruan tinggi dan berbincang dengan peserta maupun perwakilan kampus.
Dalam sambutannya, Ibas mengatakan pendidikan memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi muda menghadapi perubahan dan tantangan di masa mendatang. Menurutnya, pendidikan juga merupakan bagian dari amanat konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Hari ini hari yang spesial, pemikiran kita untuk menuju cita-cita kita, untuk Indonesia yang lebih baik dan lebih maju,” ujar Ibas.
Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Timur VII tersebut juga menegaskan bahwa akses terhadap pendidikan merupakan hak setiap warga negara. Karena itu, menurutnya, pemerintah dan berbagai pihak perlu terus membuka kesempatan pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat.
“Pendidikan adalah hak seluruh warga negara Indonesia. Karena itu negara harus hadir membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi anak-anak bangsa,” katanya.
Menurut Ibas, EBY EDU FAIR menjadi salah satu upaya untuk mempertemukan pelajar dengan perguruan tinggi sehingga siswa dapat memperoleh informasi secara langsung sebelum menentukan pilihan pendidikan setelah lulus sekolah.
“Event seperti ini mempertemukan sekolah, orang tua, siswa, dan perguruan tinggi agar anak-anak kita memiliki gambaran masa depan yang lebih jelas dan sesuai dengan kebutuhan zaman,” ungkapnya.
Ibas juga mengajak para pelajar untuk tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi turut mengembangkan kemampuan yang dibutuhkan dalam menghadapi perubahan teknologi dan dunia kerja.
Menurutnya, generasi muda akan menghadapi berbagai persoalan, mulai dari kemiskinan dan pengangguran hingga perkembangan teknologi, sains, dan komunikasi yang berlangsung cepat.
“Kita membutuhkan generasi muda yang bukan hanya pintar, tetapi juga mampu menghadirkan solusi bagi tantangan bangsa, mampu beradaptasi dengan teknologi, dan tetap memiliki karakter yang kuat,” jelasnya.
Ia menilai keterhubungan antara perguruan tinggi, sekolah, dan kebutuhan dunia kerja perlu terus diperkuat. Informasi mengenai program studi dan prospek pekerjaan dinilai dapat membantu siswa menentukan pilihan pendidikan dengan pertimbangan yang lebih matang.
Selain akses informasi pendidikan, Ibas turut menyoroti pentingnya dukungan pemerintah terhadap pelajar dari keluarga kurang mampu. Ia menyebut Program Indonesia Pintar (KIP) dan KIP Kuliah sebagai bagian dari kebijakan yang perlu terus dikawal agar dapat dimanfaatkan oleh mereka yang membutuhkan.
“Kita terus mengawal program KIP dan KIP Kuliah agar tepat sasaran dan benar-benar membantu anak-anak Indonesia meraih pendidikan yang lebih tinggi,” ujarnya.
Ia juga mengaitkan pendidikan dengan kondisi kesehatan dan pemenuhan gizi anak. Menurut Ibas, peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak hanya ditentukan oleh pendidikan, tetapi juga oleh kesehatan dan asupan gizi yang memadai.
“Anak-anak kita tidak hanya harus cerdas, tetapi juga sehat, kuat, dan siap bersaing di masa depan,” katanya.
Menutup sambutannya, Ibas meminta para pelajar untuk tetap memiliki cita-cita dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi hambatan.
“Pesan saya, bermimpilah tinggi dan bermimpilah banyak. Belum tentu satu mimpi terpenuhi, bisa jadi mimpi-mimpi lain yang nanti kita raih. Bekerja keras, belajar, terus mengasah diri, menghadirkan kreativitas dan inovasi yang penuh solusi. Dan yang terakhir, never give up, jangan pernah menyerah,” pesan Ibas.
Melalui EBY EDU FAIR 2026, pelajar di Trenggalek mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan perguruan tinggi dan memperoleh informasi mengenai pilihan pendidikan setelah sekolah. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang pertemuan antara dunia pendidikan dan kebutuhan pengembangan sumber daya manusia di masa mendatang.