JAKARTA – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia sekaligus Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya, meninjau langsung pelaksanaan program Masak Bersama Master (MASAMO) yang diikuti oleh 51 juru masak dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Pidie, Aceh.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya Kementerian Ekonomi Kreatif untuk mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia di subsektor kuliner, khususnya dalam menghadirkan sajian makanan yang berkualitas, sehat, dan inovatif.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Ekraf menegaskan bahwa pelatihan MASAMO menjadi sarana penting untuk meningkatkan kualitas penyajian kuliner melalui variasi menu yang lebih beragam, penerapan standar dapur yang higienis, serta inovasi cita rasa yang tetap mengangkat kekayaan kuliner khas daerah, termasuk menu tradisional Aceh.
Para peserta pelatihan juga mendapatkan pembekalan mengenai standar kebersihan dapur, keamanan pangan, serta teknik pengolahan bahan makanan yang baik dan benar. Pendampingan teknis dalam kegiatan ini dilakukan secara langsung oleh chef profesional, Norman Ismail, yang membagikan pengalaman serta praktik terbaik dalam pengelolaan dapur dan pengembangan menu.
Menteri Ekraf menyampaikan bahwa melalui program MASAMO, pemerintah berharap dapat memperkuat ekosistem subsektor kuliner nasional sekaligus meningkatkan kualitas layanan penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat.
“Melalui MASAMO, ekosistem subsektor kuliner tidak hanya berkontribusi dalam penyediaan makanan bergizi, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi kreatif yang mampu memberdayakan potensi lokal serta mendukung pelaku usaha daerah,” ujar Teuku Riefky Harsya.
Ia menambahkan, pendampingan bersama master chef diharapkan mampu meningkatkan keterampilan para juru masak, sehingga program ini dapat memberikan dampak nyata dalam mendukung program prioritas nasional untuk menciptakan generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaya saing.
Program MASAMO sendiri menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat sektor ekonomi kreatif berbasis kuliner, sekaligus membuka ruang bagi pengembangan inovasi menu yang mengangkat kekayaan cita rasa nusantara.