BANDUNG – Wisma MPR RI di Jalan Diponegoro Nomor 20, Kota Bandung, Jawa Barat, kembali digunakan setelah proses renovasi dan pemulihan bangunan selesai. Peresmian dilakukan Ketua MPR RI Ahmad Muzani pada Minggu (27/9/2026).
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Ahmad Muzani. Acara tersebut turut disaksikan Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Sejumlah pejabat dan unsur pemerintahan menghadiri kegiatan tersebut, termasuk pimpinan dan anggota Komisi Kajian Ketatanegaraan (K3) MPR RI, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Barat dan Kota Bandung.
Hadir pula Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat, Staf Khusus Menteri Pekerjaan Umum Bidang Komunikasi Publik Jansen Sitindaon, Plt. Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum Meike Kencanawulan Martawidjaja, serta Plt. Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah bersama jajaran Sekretariat Jenderal MPR RI.
Tim ahli cagar budaya dan sejumlah tamu undangan lainnya juga mengikuti peresmian tersebut.
Dalam sambutannya, Ahmad Muzani menyampaikan rasa syukur atas rampungnya pemulihan Wisma MPR RI. Menurut dia, bangunan tersebut sebelumnya mengalami kerusakan akibat kebakaran yang terjadi saat kerusuhan pada tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah ketika itu saya ingat betul Pak Gubernur Jawa Barat bertindak cepat untuk segera memulihkan mess ini. Bahkan waktu itu mengatakan kepada kami, Pak Ketua MPR, kalau MPR nggak punya anggaran biar Pemprov yang akan melakukan renovasi,” kata Muzani.
Muzani mengatakan proses renovasi kemudian dikoordinasikan dengan Kementerian Pekerjaan Umum. Penanganan bangunan dilakukan secara khusus karena Wisma MPR RI merupakan bagian dari bangunan cagar budaya.
Karena status tersebut, proses pemugaran harus memperhatikan ketentuan terkait pelestarian bangunan, termasuk karakter arsitektur dan material yang digunakan.
Menurut Muzani, pemugaran Wisma MPR RI melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Alhamdulillah dukungan dari semuanya, terutama dari Gubernur Jawa Barat, proses renovasi berlangsung dengan baik dan lancar, berkat dukungan dari Kementerian PU, terutama Ditjen Cipta Karya,” ujarnya.
Muzani juga mengaku sempat memantau langsung proses renovasi untuk memastikan pengerjaan berjalan sesuai rencana.
Setelah pemugaran selesai, bentuk Wisma MPR RI dikembalikan menyerupai kondisi aslinya pada 1930.
“Pasca renovasi dan pembangunan, Wisma atau mess MPR sekarang ini kembali kepada bentuk aslinya seperti tahun 1930. Memang indah sekali, inilah Kota Bandung yang dipenuhi banyak bangunan heritage,” kata Muzani.
Ia menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang terlibat dalam pemulihan bangunan tersebut, mulai dari Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Kebudayaan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat hingga Sekretariat Jenderal MPR RI.
Selain untuk kepentingan internal MPR, Wisma MPR RI nantinya dapat digunakan untuk sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan masyarakat dan penyerapan aspirasi.
“Nantinya gedung ini bisa dimanfaatkan bagi proses kegiatan kemasyarakatan, penyerapan aspirasi MPR terhadap masyarakat dan kegiatan-kegiatan MPR sendiri,” ujar Muzani.
Muzani berharap keberadaan kembali Wisma MPR RI dapat mendukung pelaksanaan kegiatan lembaga sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Saya mengucapkan terima kasih sekali lagi kepada semua saja yang terlibat. Mudah-mudahan gedung ini bisa memberi manfaat yang lebih besar lagi bagi perkembangan ketatanegaraan kita,” tuturnya.
Setelah prosesi penandatanganan prasasti, Ahmad Muzani bersama Ibas, Dedi Mulyadi, dan sejumlah tamu kehormatan meninjau area serta ruangan di Wisma MPR RI yang telah selesai dipugar. Mereka didampingi Plt. Sekretaris Jenderal MPR RI beserta jajaran.