Trenggalek, 6 Mei 2026 – Kondisi jalan menuju Desa Salamwates, Kabupaten Trenggalek, membuat kendaraan dinas yang ditumpangi Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) tidak dapat melanjutkan perjalanan. Jalan berbatu, tanjakan, dan medan licin membuat Ibas kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan sepeda motor milik warga.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan reses Ibas di daerah pemilihan Jawa Timur VII. Ia datang untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat di wilayah yang aksesnya cukup jauh dari pusat permukiman, termasuk pelaksanaan bantuan pemasangan listrik bagi warga.
Salah satu rumah yang dikunjungi adalah milik Sukarni, warga penerima Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL). Di rumah tersebut, Ibas melihat langsung instalasi bantuan berupa tiga titik lampu dan satu stop kontak dengan daya 900 watt.
“Sekarang kita banyak bersyukur ya Pak. Tolong dijaga listriknya, dirawat. Ini diberikan bantuan 3 titik lampu di dalam rumah dan 1 stop kontak dengan daya 900 watt. Semoga rumahnya jadi lebih terang, lebih nyaman untuk beraktivitas, dan lebih produktif setiap harinya,” ujar Ibas.
Ibas mengatakan keberadaan listrik tidak hanya berkaitan dengan penerangan rumah, tetapi juga mendukung aktivitas masyarakat sehari-hari. Karena itu, ia menilai akses listrik perlu terus diperluas, termasuk ke wilayah yang secara geografis sulit dijangkau.
“Kita ingin meskipun berada di daerah terpencil, masyarakat tetap bisa menikmati akses listrik secara menyeluruh. Ini adalah hak warga negara. Negara harus hadir dan kami bersama PLN berkomitmen untuk terus memperjuangkannya,” kata Ibas.
Ia juga mengapresiasi upaya PLN dalam memperluas jaringan listrik ke berbagai wilayah di Indonesia.
“Terima kasih sekali lagi kepada PLN. Ini perusahaan negara, BUMN yang sama-sama kita banggakan. Tugasnya mengaliri listrik di seluruh tanah air. Ini bagian dari keadilan sosial yang perlu kita jaga supaya listrik makin menyala di mana pun masyarakat berada,” lanjutnya.
Di Desa Salamwates, selain rumah Sukarni, terdapat tujuh rumah lain yang juga menerima bantuan pemasangan listrik. Ibas berharap program tersebut dapat terus dilanjutkan bagi masyarakat yang belum memperoleh akses listrik memadai.
Dalam kunjungan tersebut, perhatian Ibas tidak hanya tertuju pada fasilitas listrik. Ia juga melihat kondisi sejumlah rumah warga yang dinilai masih membutuhkan perbaikan.
Ibas meminta perangkat desa memperbarui data warga yang membutuhkan bantuan sehingga program pemerintah, termasuk Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), dapat diarahkan kepada masyarakat yang memenuhi kriteria.
“Masih banyak yang harus terus kita dukung. Mulai dari akses jalan yang perlu diperbaiki, rumah-rumah warga yang belum layak, hingga ketersediaan listrik. Satu per satu harus kita kawal bersama. Saya sedih kalau masih ada masyarakat yang hidupnya belum layak,” ungkapnya.
Ia mengatakan warga yang rumahnya membutuhkan perbaikan dapat didorong untuk memperoleh bantuan melalui program pemerintah yang tersedia.
“Kalau ada masyarakat di sini yang rumahnya memang belum layak, insyaallah kita coba bantu renovasinya. Tahun kemarin di Trenggalek kurang lebih ada 200 rumah yang berhasil kita kawal untuk mendapatkan bantuan. Mudah-mudahan itu bisa membawa semangat dan harapan baru bagi masyarakat untuk hidup lebih baik,” kata Ibas.
Ibas juga menyebut Sukarni telah tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Data tersebut menjadi salah satu dasar dalam penyaluran sejumlah program bantuan sosial sesuai dengan ketentuan dan kriteria penerima.
“Pak Sukarni tercatat di DTKS ya. Jadi nanti selain bantuan listrik, kalau ada kesulitan hidup lainnya bisa mendapatkan bantuan sosial juga,” ujarnya.
Ibas selanjutnya meminta agar kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut terus dipetakan. Menurutnya, selain perluasan akses listrik, perbaikan infrastruktur dan pengembangan sumber energi juga perlu menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
“Kalau memang masih ada masyarakat yang membutuhkan bantuan, tolong PLN terus memberikan pelayanan. Negara sudah menganggarkan, jadi PLN punya keleluasaan untuk terus menyamaratakan fasilitas yang bisa dirasakan masyarakat, sembari juga menyiapkan energi terbarukan di masa depan,” kata Ibas.
Kunjungan ke Salamwates menjadi bagian dari agenda reses Ibas di Trenggalek. Dalam kesempatan tersebut, ia melihat langsung kondisi penerima bantuan listrik sekaligus menyerap informasi mengenai kebutuhan lain yang masih dihadapi masyarakat, mulai dari akses jalan hingga kondisi tempat tinggal.