Ibas Dorong Ekonomi Kreatif Pacitan Dikembangkan melalui Digitalisasi dan UMKM

Ibas Dorong Ekonomi Kreatif Pacitan Dikembangkan melalui Digitalisasi dan UMKM

PACITAN, 6 MEI 2026 – Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mendorong pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Pacitan melalui penguatan sumber daya manusia, digitalisasi, UMKM, pariwisata, serta seni dan budaya.

Hal tersebut disampaikan Ibas saat menghadiri Workshop Peningkatan Kapasitas SDM Ekonomi Kreatif bertema “Anak Muda Go Digital: Meningkatkan Kualitas, Memperluas Pasar, Membangun Indonesia” di Pacitan, Jawa Timur, Rabu (6/5/2026).

Kegiatan tersebut digelar bekerja sama dengan Kementerian Ekonomi Kreatif dan menghadirkan Deryansha, Founder Kasisolusi, sebagai pemateri mengenai pengembangan UMKM melalui platform digital.

Dalam sambutannya, Ibas mengatakan ekonomi kreatif dapat menjadi salah satu sektor yang dikembangkan untuk memperluas kegiatan ekonomi di daerah. Menurutnya, Pacitan memiliki sejumlah potensi yang dapat dikembangkan melalui integrasi antara UMKM, pariwisata, seni budaya, dan perdagangan digital.

“Ekonomi kreatif adalah potensi besar yang belum sepenuhnya kita garap. Di Pacitan ada, dan saya yakin bisa berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru,” ujar Ibas.

Pengembangan Ekonomi Kreatif Perlu Didukung Ekosistem

Ibas mengatakan pengembangan ekonomi kreatif tidak hanya bergantung pada pelaku usaha, tetapi juga membutuhkan ekosistem pendukung, termasuk infrastruktur, akses pasar, peningkatan keterampilan, dan pemanfaatan teknologi.

Menurutnya, potensi lokal Pacitan dapat dikembangkan dengan menghubungkan berbagai subsektor ekonomi kreatif dengan sektor pariwisata dan perdagangan.

“Yang diperlukan adalah penguatan ekosistem dan infrastruktur kreatif. Ke depan, Pacitan bisa menjadi pusat ekonomi kreatif dan simpul nasional jika semua potensi daerahnya dikembangkan bersama,” katanya.

Ia juga menyoroti kesenian dan budaya lokal seperti Rontek, Kethek Ogleng, dan Tari Klayar. Menurut Ibas, kesenian tersebut dapat dikembangkan sebagai bagian dari produk pariwisata dan ekonomi kreatif dengan tetap mempertahankan identitas budayanya.

“Pertunjukan budaya kita harus dikemas lebih menarik, lebih kreatif, ada cerita dan identitasnya. Dengan begitu nilai jualnya akan lebih tinggi dan mampu menarik perhatian wisatawan,” ujarnya.

Anak Muda Diminta Manfaatkan Platform Digital

Dalam kegiatan tersebut, Ibas juga mendorong generasi muda Pacitan memanfaatkan teknologi digital untuk memasarkan produk UMKM, pariwisata, dan karya kreatif.

Menurutnya, penggunaan media sosial dan berbagai platform digital dapat membantu pelaku usaha menjangkau konsumen di luar daerah tanpa harus bergantung pada pemasaran secara konvensional.

“Digitalisasi adalah tantangan sekaligus peluang. Anak-anak muda harus menjadi pelaku utama promosi digital wisata dan ekonomi kreatif daerah,” kata Ibas.

Ia juga menilai penguatan branding daerah dapat membantu memperkenalkan produk dan destinasi wisata Pacitan. Selain julukan “Kota 1001 Goa”, Ibas menyebut potensi kawasan pesisir Pacitan dapat dikembangkan sebagai bagian dari identitas pariwisata daerah.

Ia turut mengaitkan keberadaan Museum dan Galeri Seni SBY-Ani dengan perkembangan aktivitas ekonomi di sekitar kawasan wisata, termasuk UMKM, kuliner, akomodasi, dan usaha kreatif lainnya.

Akses Pembiayaan bagi Pelaku UMKM

Ibas juga menyoroti pentingnya akses pembiayaan bagi pelaku ekonomi kreatif dan UMKM. Menurutnya, pembiayaan dapat digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperbaiki kualitas produk, maupun mendukung proses digitalisasi.

Ia mendorong pelaku usaha yang memenuhi persyaratan untuk memanfaatkan skema pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) Kreatif.

“Kalau masalahnya ada di modal, manfaatkan KUR Kreatif agar usaha bisa berkembang, digitalisasi meningkat, dan promosi produk semakin optimal,” ujarnya.

Menurut Ibas, akses pembiayaan perlu diikuti dengan peningkatan kemampuan pengelolaan usaha agar pelaku UMKM dapat menggunakan modal secara produktif.

UMKM Pacitan Tembus Pasar Ekspor

Founder Kasisolusi, Deryansha, yang menjadi pemateri dalam workshop tersebut, menyampaikan bahwa teknologi digital memberikan peluang bagi pelaku UMKM daerah untuk memperluas pasar.

Menurutnya, lokasi usaha tidak lagi menjadi satu-satunya faktor yang menentukan jangkauan pasar karena pemasaran digital memungkinkan produk daerah diperkenalkan kepada konsumen di berbagai wilayah.

“Sekarang bukan soal berasal dari kota besar atau daerah. Dari Pacitan pun produk bisa dikenal nasional bahkan global kalau digitalisasi dimanfaatkan dengan baik,” ujar Deryansha.

Dalam kegiatan tersebut, Ibas menerima cinderamata dari Akik OG Jewelry, UMKM Pacitan yang dikelola Istiana. Produk usaha tersebut disebut telah dipasarkan ke lebih dari 10 negara.

Kehadiran pelaku usaha tersebut menjadi salah satu contoh produk lokal yang memanfaatkan pengembangan pasar di luar daerah.

Kegiatan workshop turut dihadiri Staf Khusus Menteri Ekonomi Kreatif Riyan Firmansyah, Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif R. Adi Mukhtar, Tenaga Ahli Kementerian Ekonomi Kreatif Panji Purboyo, Sekretaris Daerah Kabupaten Pacitan Heru Wiwoho, Ketua DPRD Kabupaten Pacitan Arif Setia Budi, serta sejumlah anggota DPRD Kabupaten Pacitan.

Workshop tersebut menjadi forum untuk membahas peningkatan kapasitas pelaku ekonomi kreatif dan UMKM, khususnya dalam pemanfaatan teknologi digital untuk pengembangan produk dan perluasan pasar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Bekali 384 Peserta P3MD, Menko AHY Ajak Calon Pemimpin BUMN Kawal Pembangunan Nasional

Bekali 384 Peserta P3MD, Menko AHY Ajak Calon Pemimpin BUMN Kawal Pembangunan Nasional

Dari Pengalaman hingga Pengabdian, Menko AHY Bicara Masa Depan Infrastruktur Indonesia

Dari Pengalaman hingga Pengabdian, Menko AHY Bicara Masa Depan Infrastruktur Indonesia

Mentrans Iftitah: Revisi UU Transmigrasi Harus Jadikan Lahan Lebih Produktif, Rakyat Lebih Sejahtera

Mentrans Iftitah: Revisi UU Transmigrasi Harus Jadikan Lahan Lebih Produktif, Rakyat Lebih Sejahtera

Tinjau Infrastruktur Air Baku di Balikpapan, Menko AHY: Tidak Boleh Ada Masyarakat Kesulitan Air Bersih

Tinjau Infrastruktur Air Baku di Balikpapan, Menko AHY: Tidak Boleh Ada Masyarakat Kesulitan Air Bersih

Menko AHY di Dies Natalis ke-12 ITK: Kampus Mitra Strategis Pengembangan SDM Unggul dan Infrastruktur Kalimantan

Menko AHY di Dies Natalis ke-12 ITK: Kampus Mitra Strategis Pengembangan SDM Unggul dan Infrastruktur Kalimantan

Dari Kampus hingga Air Baku, Menko AHY Kunjungi Balikpapan untuk Dorong Pembangunan yang Menyentuh Kebutuhan Masyarakat

Dari Kampus hingga Air Baku, Menko AHY Kunjungi Balikpapan untuk Dorong Pembangunan yang Menyentuh Kebutuhan Masyarakat