Ibas Dorong Pesantren Perkuat Pendidikan, Toleransi, dan Wawasan Kebangsaan

Ibas Dorong Pesantren Perkuat Pendidikan, Toleransi, dan Wawasan Kebangsaan

PACITAN, 5 MEI 2026 – Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mendorong pondok pesantren di Kabupaten Pacitan untuk terus mengembangkan peran di bidang pendidikan dan dakwah, sekaligus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta wawasan kebangsaan.

Hal tersebut disampaikan Ibas dalam kegiatan silaturahmi dan halal bihalal bersama pimpinan, pengurus, santri, dan santriwati pondok pesantren se-Kabupaten Pacitan, Selasa (5/5/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Memperkuat Ukhuwah, Damai Bersatu, Majukan Negeri”.

Dalam pertemuan itu, Ibas juga menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari kekerasan maupun perundungan. Menurutnya, pesantren sebagai lembaga pendidikan perlu memberikan ruang belajar yang mendukung pembentukan karakter dan akhlak santri.

“Jangan sampai ada kekerasan ataupun perundungan di lingkungan pendidikan kita. Pesantren harus menjadi tempat yang menenangkan, membangun karakter, dan menghadirkan kasih sayang,” ujar Ibas.

Pesantren dan Pendidikan Generasi Muda

Ibas menilai pesantren memiliki peran dalam pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda. Selain pendidikan agama, ia mendorong pesantren memperkuat penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi agar para santri memiliki kemampuan yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Menurutnya, penguatan wawasan kebangsaan juga diperlukan untuk membekali generasi muda menghadapi masyarakat yang semakin terbuka dan terhubung secara global.

“Pesantren memiliki peran penting dalam mencetak generasi unggul yang tidak hanya berilmu, tetapi juga mandiri dan mampu menjawab tantangan zaman,” katanya.

Ibas juga mengajak pengelola pesantren membangun komunikasi dan kerja sama dengan pemerintah maupun berbagai pihak lainnya. Menurutnya, kolaborasi diperlukan untuk mendukung pengembangan pendidikan serta meningkatkan kemandirian pesantren.

Ia turut menyinggung implementasi Undang-Undang Pesantren dan gagasan pembentukan Direktorat Jenderal Pondok Pesantren. Menurut Ibas, penguatan kelembagaan tersebut perlu diarahkan untuk meningkatkan dukungan terhadap sarana, prasarana, dan pengembangan pesantren.

“Kita ingin pesantren-pesantren yang belum berkembang maksimal juga mendapatkan perhatian dan bantuan yang adil dari pemerintah,” ujarnya.

Ibas Soroti Pelayanan Haji

Dalam pertemuan tersebut, Ibas juga membahas pelayanan ibadah haji bagi masyarakat Indonesia. Ia berharap pemerintah terus melakukan evaluasi dan peningkatan pelayanan, termasuk terkait fasilitas dan kuota jamaah.

“Kita ingin pelayanan haji terus membaik, dari sisi fasilitas hingga kuota, agar masyarakat dapat beribadah dengan khusyuk dan nyaman,” kata Ibas.

Ia juga mengajak para kiai, santri, dan masyarakat untuk mendoakan jamaah haji Indonesia agar diberikan kesehatan, kelancaran, dan keselamatan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Pesantren Dorong Sinergi dengan Pemerintah

Pimpinan Pondok Pesantren Al Fattah Kikil, Kiai Haji Hammam Fathulloh HB, dalam kesempatan tersebut menyampaikan pentingnya menjaga komunikasi antara pesantren dan pemerintah.

“Semoga sinergi dan komunikasi terus terjalin dengan baik, dan pesantren dapat terus dibersamai dalam membimbing umat. Kami juga berharap dukungan terhadap pesantren dapat semakin merata, khususnya di Pacitan,” ujarnya.

Ibas sebelumnya mengapresiasi peran para kiai, ulama, gus, masayikh, serta pimpinan pesantren dalam kehidupan sosial dan pendidikan masyarakat Pacitan. Ia menilai keberadaan pesantren turut memberikan kontribusi melalui pendidikan, dakwah, serta penyampaian aspirasi masyarakat kepada pemerintah dan wakil rakyat.

Menurut Ibas, keberagaman masyarakat Indonesia perlu dijaga melalui penguatan toleransi, persatuan, dan kehidupan keagamaan yang damai.

“Kita tidak ingin Indonesia yang luas ini terpecah. Justru melalui nilai-nilai agama yang damai, kita bisa mempersatukan perbedaan dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.

Kegiatan silaturahmi dan halal bihalal tersebut turut dihadiri Bupati Pacitan Indrata Nur Bayu Aji, Ketua DPRD Kabupaten Pacitan Arif Setia Budi, sejumlah anggota DPRD Pacitan, serta pimpinan dan pengurus pondok pesantren se-Kabupaten Pacitan.

Sejumlah pesantren yang hadir antara lain Pondok Pesantren Tremas, Pondok Pesantren Al Fattah Kikil, Pondok Pesantren Al Anwar KH Abdul Manan Anwar, serta sejumlah pondok pesantren lainnya di wilayah Pacitan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Bekali 384 Peserta P3MD, Menko AHY Ajak Calon Pemimpin BUMN Kawal Pembangunan Nasional

Bekali 384 Peserta P3MD, Menko AHY Ajak Calon Pemimpin BUMN Kawal Pembangunan Nasional

Dari Pengalaman hingga Pengabdian, Menko AHY Bicara Masa Depan Infrastruktur Indonesia

Dari Pengalaman hingga Pengabdian, Menko AHY Bicara Masa Depan Infrastruktur Indonesia

Mentrans Iftitah: Revisi UU Transmigrasi Harus Jadikan Lahan Lebih Produktif, Rakyat Lebih Sejahtera

Mentrans Iftitah: Revisi UU Transmigrasi Harus Jadikan Lahan Lebih Produktif, Rakyat Lebih Sejahtera

Tinjau Infrastruktur Air Baku di Balikpapan, Menko AHY: Tidak Boleh Ada Masyarakat Kesulitan Air Bersih

Tinjau Infrastruktur Air Baku di Balikpapan, Menko AHY: Tidak Boleh Ada Masyarakat Kesulitan Air Bersih

Menko AHY di Dies Natalis ke-12 ITK: Kampus Mitra Strategis Pengembangan SDM Unggul dan Infrastruktur Kalimantan

Menko AHY di Dies Natalis ke-12 ITK: Kampus Mitra Strategis Pengembangan SDM Unggul dan Infrastruktur Kalimantan

Dari Kampus hingga Air Baku, Menko AHY Kunjungi Balikpapan untuk Dorong Pembangunan yang Menyentuh Kebutuhan Masyarakat

Dari Kampus hingga Air Baku, Menko AHY Kunjungi Balikpapan untuk Dorong Pembangunan yang Menyentuh Kebutuhan Masyarakat