Ibas Bertemu Wakil Ketua Parlemen Korea Selatan, Bahas Penguatan Kerja Sama Bilateral

Ibas Bertemu Wakil Ketua Parlemen Korea Selatan, Bahas Penguatan Kerja Sama Bilateral

SEOUL, 23 APRIL 2026 – Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), melakukan pertemuan dengan Wakil Ketua Parlemen Korea Selatan, Lee Hack-young, di National Assembly of South Korea, Seoul, Kamis (23/4/2026).

Pertemuan tersebut juga dihadiri sejumlah anggota parlemen Korea Selatan serta Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) Korea Selatan untuk Indonesia. Delegasi Indonesia turut didampingi perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Korea Selatan dan sejumlah anggota MPR RI serta DPR RI.

Pertemuan menjadi bagian dari agenda diplomasi parlemen untuk membahas perkembangan hubungan bilateral Indonesia dan Korea Selatan serta peluang penguatan kerja sama di berbagai bidang.

Ibas Bahas Hubungan Parlemen Indonesia dan Korea Selatan

Dalam pertemuan tersebut, Ibas menyampaikan apresiasi atas sambutan parlemen Korea Selatan terhadap delegasi Indonesia. Ia menyebut pertemuan itu sebagai kelanjutan dari komunikasi antara parlemen kedua negara, termasuk kunjungan Ketua National Assembly Korea Selatan, Woo Won-shik, ke Indonesia beberapa waktu sebelumnya.

Menurut Ibas, hubungan Indonesia dan Korea Selatan telah berkembang selama lebih dari lima dekade dan mencakup sejumlah bidang, antara lain perdagangan, investasi, pendidikan, pertahanan, serta hubungan antarmasyarakat.

“Hal ini menunjukkan bahwa hubungan Indonesia dan Korea Selatan semakin erat dan strategis,” ujar Ibas.

Ia juga menyinggung posisi Indonesia dan Korea Selatan sebagai anggota G20 dan APEC. Menurutnya, kedua negara dapat meningkatkan koordinasi dalam sejumlah isu, termasuk demokrasi, ekonomi hijau, pembangunan berkelanjutan, dan perdamaian kawasan.

Ibas juga menyampaikan pentingnya menjaga kesinambungan hubungan bilateral di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung.

Dalam pertemuan tersebut, Ibas memperkenalkan delegasi Indonesia yang berasal dari sejumlah komisi di MPR RI dan DPR RI. Delegasi tersebut memiliki bidang kerja yang mencakup hubungan luar negeri, pertahanan, ekonomi, energi, kesehatan, pendidikan, industri, hingga ekonomi kreatif.

Kerja Sama Ekonomi dan Teknologi Jadi Perhatian

Ibas mengatakan Indonesia dan Korea Selatan memiliki sejumlah sektor yang dapat saling melengkapi. Indonesia memiliki sumber daya alam, pasar yang besar, bonus demografi, serta keragaman budaya. Sementara Korea Selatan dikenal memiliki kapasitas di bidang teknologi, inovasi, industri, dan ekonomi kreatif.

Menurut Ibas, kerja sama kedua negara dapat dikembangkan tidak hanya melalui hubungan antarpemerintah, tetapi juga melalui parlemen, dunia usaha, serta hubungan antarmasyarakat.

“Kolaborasi bukan hanya soal kebijakan, tetapi juga tentang budaya dan koneksi antarmanusia,” katanya.

Dalam konteks hubungan antarmasyarakat, Ibas turut menyinggung perkembangan budaya Korea Selatan di Indonesia, termasuk musik K-pop dan drama Korea. Ia menyebut pertukaran budaya dapat menjadi salah satu unsur yang memperkuat hubungan masyarakat kedua negara.

Di sisi lain, Indonesia juga memiliki peluang untuk memperkenalkan budaya nasional kepada masyarakat Korea Selatan melalui berbagai kegiatan, termasuk promosi batik, kuliner, seni, dan budaya tradisional.

Ibas kemudian menyampaikan tiga bidang yang dinilai perlu menjadi perhatian dalam hubungan kedua negara. Pertama, peningkatan diplomasi parlemen melalui dialog dan pertukaran delegasi secara berkala. Kedua, penguatan kerja sama di bidang ekonomi hijau, transformasi digital, dan pembangunan berkelanjutan. Ketiga, peningkatan pertukaran budaya dan generasi muda.

Dalam pertemuan tersebut, delegasi Indonesia juga menyerahkan cendera mata berupa batik dan tenun kepada pihak parlemen Korea Selatan.

Korea Selatan Dorong Peningkatan Perdagangan dengan Indonesia

Wakil Ketua Parlemen Korea Selatan, Lee Hack-young, menyambut baik upaya penguatan hubungan bilateral melalui diplomasi parlemen. Ia menyebut hubungan Indonesia dan Korea Selatan telah berlangsung lebih dari 50 tahun dan terus berkembang di berbagai sektor.

Lee juga menyoroti pentingnya peningkatan kerja sama ekonomi melalui Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA). Ia menyampaikan harapan agar nilai perdagangan kedua negara dapat meningkat dari sekitar 20 miliar dolar AS menjadi lebih dari 30 miliar dolar AS pada masa mendatang.

Selain perdagangan, Lee mendorong peningkatan kerja sama di sektor energi, industri, teknologi tinggi, dan investasi. Ia juga berharap kondisi operasional perusahaan Korea Selatan yang berinvestasi di Indonesia dapat terus mendapat perhatian.

Lee turut mengapresiasi peran Indonesia di kawasan, termasuk posisinya sebagai salah satu negara penting di ASEAN. Ia juga menyebut Indonesia memiliki peran dalam upaya menjaga stabilitas dan perdamaian di kawasan, termasuk terkait Semenanjung Korea.

Sementara itu, Ketua Persahabatan Parlemen Korea–Indonesia, Kim Gihyeon, mengatakan hubungan kedua negara masih memiliki peluang untuk dikembangkan di berbagai bidang.

Kim juga menyampaikan pengalamannya saat berkunjung ke Indonesia pada Maret 2026. Dalam kunjungan tersebut, ia melihat adanya peluang untuk memperluas kerja sama serta memberikan dukungan bagi perusahaan Korea Selatan yang telah maupun berencana melakukan investasi di Indonesia.

Delegasi Parlemen Bahas Kerja Sama Lintas Sektor

Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI, yaitu H. Anton Sukartono Suratto, M.Si. dari Komisi I; Rinto Subekti, S.E., M.M. dari Komisi XIII; Dina Lorenza, S.IP. dari Komisi VII; Dra. Lucy Kurniasari dari Komisi IX; Bramantyo Suwondo, M.MIR. dari Komisi X; Rizki Aulia Rahman Natakusumah dari Komisi I; Wastam, S.E., S.H., M.H. dari Komisi V; H. Muhammad Lokot Nasution, S.T. dari Komisi V; serta Dr. Sartono, S.E., M.M. dari Komisi XII.

Kehadiran anggota parlemen dari berbagai komisi tersebut mencerminkan pembahasan kerja sama bilateral yang mencakup sejumlah sektor, mulai dari hubungan luar negeri dan pertahanan hingga ekonomi, energi, kesehatan, pendidikan, serta industri.

Dari pihak National Assembly of South Korea, pertemuan dihadiri Lee Hack-young selaku Wakil Ketua Parlemen, Kim Gihyeon selaku Ketua Persahabatan Parlemen Korea–Indonesia, Song Jaebong dari Komite Perdagangan dan Industri, Seo Mi Hwa dari Komite Kesehatan dan Kesejahteraan, Jung Hye Gyeong dari Komite Iklim, Energi, dan Lingkungan, serta Hwang Sun Ho.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari agenda diplomasi parlemen Indonesia di Korea Selatan untuk memperkuat komunikasi antarlembaga legislatif sekaligus membahas peluang pengembangan kerja sama bilateral di berbagai sektor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Bekali 384 Peserta P3MD, Menko AHY Ajak Calon Pemimpin BUMN Kawal Pembangunan Nasional

Bekali 384 Peserta P3MD, Menko AHY Ajak Calon Pemimpin BUMN Kawal Pembangunan Nasional

Dari Pengalaman hingga Pengabdian, Menko AHY Bicara Masa Depan Infrastruktur Indonesia

Dari Pengalaman hingga Pengabdian, Menko AHY Bicara Masa Depan Infrastruktur Indonesia

Mentrans Iftitah: Revisi UU Transmigrasi Harus Jadikan Lahan Lebih Produktif, Rakyat Lebih Sejahtera

Mentrans Iftitah: Revisi UU Transmigrasi Harus Jadikan Lahan Lebih Produktif, Rakyat Lebih Sejahtera

Tinjau Infrastruktur Air Baku di Balikpapan, Menko AHY: Tidak Boleh Ada Masyarakat Kesulitan Air Bersih

Tinjau Infrastruktur Air Baku di Balikpapan, Menko AHY: Tidak Boleh Ada Masyarakat Kesulitan Air Bersih

Menko AHY di Dies Natalis ke-12 ITK: Kampus Mitra Strategis Pengembangan SDM Unggul dan Infrastruktur Kalimantan

Menko AHY di Dies Natalis ke-12 ITK: Kampus Mitra Strategis Pengembangan SDM Unggul dan Infrastruktur Kalimantan

Dari Kampus hingga Air Baku, Menko AHY Kunjungi Balikpapan untuk Dorong Pembangunan yang Menyentuh Kebutuhan Masyarakat

Dari Kampus hingga Air Baku, Menko AHY Kunjungi Balikpapan untuk Dorong Pembangunan yang Menyentuh Kebutuhan Masyarakat