JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan sekaligus pemahaman terhadap peran strategis infrastruktur dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini disampaikan saat menerima audiensi enam siswa kelas XI Labschool Cireundeu pada Senin (13/4/2026) di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Jakarta.
Pertemuan ini menjadi ruang dialog interaktif yang membahas keterkaitan antara pembangunan infrastruktur dengan aktivitas masyarakat, serta pentingnya penguatan kapasitas dan karakter generasi muda.
Dalam kesempatan tersebut, Menko AHY menjelaskan infrastruktur merupakan fondasi utama yang menopang aktivitas masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Infrastruktur adalah segala hal yang dapat kita lihat dan gunakan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari jalan, jembatan, bendungan, irigasi, hingga fasilitas publik seperti sekolah dan rumah sakit. Seluruhnya memiliki keterkaitan erat dengan pembangunan,” ujar Menko AHY.
Ia menegaskan infrastruktur tidak hanya dimaknai sebagai pembangunan fisik, tetapi juga sebagai sistem pendukung yang menggerakkan kehidupan sosial dan ekonomi secara menyeluruh.
Lebih lanjut, Menko AHY menjelaskan pembangunan infrastruktur yang merata menjadi kunci dalam memperkuat konektivitas antarwilayah di Indonesia.
“Dengan infrastruktur yang semakin baik, mobilitas masyarakat menjadi lebih cepat dan efisien. Hal ini pada akhirnya meningkatkan produktivitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.
Ia menekankan pemerataan pembangunan harus menjadi prioritas agar manfaat infrastruktur dapat dirasakan secara adil oleh seluruh lapisan masyarakat di berbagai daerah.
Selain itu, Menko AHY juga menggarisbawahi pentingnya pembentukan karakter serta penguatan jiwa kepemimpinan sejak dini bagi generasi muda.
“Kepemimpinan merupakan sesuatu yang sangat berharga. Setiap individu harus mampu menjadi pemimpin, dimulai dari diri sendiri, kemudian keluarga, lingkungan, hingga pada tingkat yang lebih luas dalam masyarakat dan negara,” tegasnya.
Menurutnya, kepemimpinan bukan sekadar soal jabatan, melainkan tentang tanggung jawab dan kemampuan untuk memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Dalam konteks pengembangan diri, Menko AHY mendorong para siswa untuk aktif dalam organisasi sebagai wadah pembelajaran yang konkret.
“Melalui organisasi, kita belajar mengenai tanggung jawab, kerja sama, serta bagaimana mengambil peran dalam memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar,” tambahnya.
Pengalaman berorganisasi menjadi bekal penting untuk membentuk karakter, meningkatkan keterampilan sosial, serta mempersiapkan generasi muda menghadapi dinamika dan tantangan masa depan.
Menutup pertemuan, Menko AHY mengapresiasi aspirasi dan cita-cita para siswa yang ingin berkontribusi di berbagai bidang, seperti militer, arsitektur, bisnis, hingga psikologi. Keragaman minat tersebut menjadi potensi besar dalam mendukung pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Dalam audiensi tersebut, Menko AHY didampingi oleh Tenaga Ahli Bidang Kerja Sama Internasional, Mira Permatasari.