JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), melepas Tim Liputan Arus Mudik Lebaran 2026 Garuda TV pada Selasa (10/03/2026) di Jakarta. Pelepasan tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah agar masyarakat memperoleh informasi yang cepat, akurat, dan terpercaya terkait kondisi arus mudik dan arus balik Lebaran di berbagai wilayah Indonesia.
Dalam sambutannya, Menko AHY mengapresiasi Garuda TV yang turut berperan menyampaikan perkembangan situasi mudik di lapangan kepada masyarakat. Menurutnya, tugas tim liputan tidaklah mudah karena harus tetap bertugas di tengah momentum Lebaran.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Garuda TV yang telah menghadirkan acara ini sekaligus menyiapkan tim liputan mudik Lebaran yang akan disebar ke berbagai titik wilayah yang diperkirakan mengalami lonjakan mobilitas selama masa mudik dan arus balik,” ujar Menko AHY.
Menko AHY menegaskan mudik merupakan tradisi tahunan masyarakat Indonesia yang melibatkan mobilitas jutaan orang untuk kembali ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga. Karena itu, pemerintah berupaya memastikan seluruh persiapan dilakukan secara optimal agar perjalanan masyarakat berlangsung aman dan lancar.
“Mudik bukan sekadar perjalanan, melainkan tradisi yang melibatkan masyarakat luas dan keluarga-keluarga Indonesia. Karena itu, pemerintah berupaya memastikan sejak awal agar perjalanan dapat berlangsung aman, selamat, lancar, menyenangkan, sekaligus tetap terjangkau bagi masyarakat,” jelas Menko AHY.
Terkait kesiapan infrastruktur, Menko AHY menjelaskan pemerintah melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga terus memastikan kesiapan sarana dan prasarana transportasi, khususnya jalan nasional, jalan tol, dan jalan arteri yang menjadi jalur utama mobilitas masyarakat selama periode mudik.
“Kementerian Pekerjaan Umum saat ini tengah memastikan jalan-jalan yang akan digunakan masyarakat berada dalam kondisi prima. Jika terdapat kerusakan atau lubang di jalan, harus segera diperbaiki dengan pengerahan alat berat serta material yang dibutuhkan agar perjalanan masyarakat tetap aman dan lancar,” jelas Menko AHY.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan berbagai strategi pengelolaan mobilitas masyarakat melalui koordinasi dengan Kementerian Perhubungan serta Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Korlantas Polri). Berbagai kebijakan dan rekayasa lalu lintas disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan di sejumlah titik strategis selama periode mudik dan arus balik.
“Sesuai prediksi yang telah dilakukan, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 14–15 Maret serta 18–19 Maret, sedangkan puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 24–25 Maret serta 28–29 Maret. Karena itu, berbagai strategi pengelolaan lalu lintas terus disiapkan agar mobilitas masyarakat dapat berjalan lebih lancar,” jelas Menko AHY.
Menutup sambutannya, Menko AHY mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik untuk selalu mengutamakan faktor keselamatan selama perjalanan.
“Tidak ada yang lebih penting dari keselamatan diri dan keluarga kita. Jika merasa lelah dalam perjalanan, sebaiknya beristirahat di rest area atau titik-titik yang telah disiapkan agar perjalanan dapat dilanjutkan dengan lebih aman,” ujar Menko AHY.
Ia juga berharap tim liputan Garuda TV yang bertugas di berbagai titik strategis dapat menghadirkan informasi yang aktual dan terpercaya sehingga masyarakat memperoleh gambaran kondisi lalu lintas dan perjalanan mudik secara real-time.
Acara ini turut dihadiri Kepala Staf Kepresidenan RI Muhammad Qodari; Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji; Deputi Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Eko Dono Indarto; Direktur Utama PT Jasa Raharja Muhammad Awaluddin; Kepala Korps Lalu Lintas Polri Agus Suryonugroho; Kepala Divisi Humas Mabes Polri Johnny Eddizon Isir; Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Budi Hermanto; serta Direktur Utama Garuda TV Fahmi Muhamad Anwari beserta jajaran pimpinan Garuda TV.
Menko AHY juga didampingi Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Odo R. M. Manuhutu; Staf Khusus Menko Agust Jovan Latuconsina dan Herzaky Mahendra Putra; serta Tenaga Ahli Menko Ahmad Khoirul Umam dan Diska Putri.